Bikin Souvenir Tas Unik untuk Pernikahan atau Anniversary



Coba bayangkan bila kamu bisa mekegunaaankan bahan yang ada di kurang lebih untuk membikin suatu  tas kain unik. Pasti sangat membahagiakan bukan? Bagi bunda rumah tangga yang kreatif, bahan di kurang lebih pasti bisa disulap menjadi beberapa barang berguna semacam serbet, keset, bros, sarung bantal, dompet, bahkan tas. Kamu ingin membikinnya? Mari simak uraian berikut ini.

Bahan Tas Kain Unik

Opsi bahan untuk membikin tas kain begitu tak sedikit, ada jeans, woven, plastik, kanvas, serta kulit. Tergantung dari bahan apa yang ada di rumah. Kain bekas baju juga bisa dijadikan tas. Coba buka almari kamu serta lihat apakah ada kain yang tak lagi dipakai tapi tetap keren. Kalau tak ada, coba lihat tumpukan koran di meja. Apakah tetap dipakai alias justru mengganggu pandangan? Bila tak ingin menyimpannya lagi, bisa diubah menjadi tas belanja. Ada lagi bahan lain yang tak kalah luar biasa, yaitu bungkus mie instan alias kopi.

Teknik Pembuatan Tas Kain Unik

Untuk membikin suatu  tas kain diperlukan mesin jahit alias minimal jarum serta benang. Sedangkan untuk membikin tas dari kertas koran diperlukan pernis supaya lapisan luarnya tak rusak bila terkena air.

Tas dari kain perca butuh dijahit untuk menghasilkan kain kecil-kecil menjadi suatu  kain berkapasitas besar. Sedangkan teknik membikin tas dari koran alias plastik bungkus lumayan dianyam saja. Teknik menganyam pasti telah diajarkan ketika duduk di bangku sekolah darar, bukan?

Nah, supaya tahap luar terkesan luar biasa, kamu bisa memberbagi sedikit aksen, umpama ditambah manik-manik, pita kain, alias sulaman. Bisa juga ditambah dengan perca lain dalam bentuk buah alias bunga.

Teknik Pemasaran Tas Kain Unik

Nyatanya tas kain unik yang kamu buat bisa menjadi pundi-pundi rupiah bila kamu berniat menjualnya. Caranya bagaimana? Lumayan mudah, kamu tinggal menitipkannya pada toko aksesoris di kurang lebih rumah alias toko yang biasanya menjual baju serta perlengkapan wanita. Silahkan share keuntungan dengan pemilik toko.

Selain menjualnya dengan cara offline, kamu juga disarankan untuk menjualnya dengan cara online. Buat suatu  akun khusus di facebook, twitter, BBM, serta sebagainya. Untuk mendukung pemasaran, sebaiknya buat websitenya juga.

0 komentar:

Posting Komentar